KATA-KATA PEKERJAAN MENGENAI KELOMPOK MULUT
1. Jika memang masih bisa
mulutku berbicara.
Pekerjaannya :
Berbicara
Sumber :
Lirik Lagu Melly Goeslaw dengan judul “Jika”.
2.
Kebohongan dari mulut manismu.
Pekerjaannya :
Berbohong
Sumber :
Lirik Lagu Sherina dengan judul “Pergilah kau”.
3.
Lingkungan kita si mulut besar, di huni lintah-lintah yang kenyang
menghisap darah keringat tetangga.
Pekerjaannya :
Menghisap Darah
Sumber :
Puisi Wiji Thukul (Lingkungan Kita si mulut besar).
4.
Mulut Kinanti menerima minuman cairan
Pekerjaannya :
Minum
Sumber :
Novel Dua Hati Menyatu Dalam Satu Cinta Karya Nuniek Kharisma R.
5.
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidurnya ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya
supaya terbuka.
Pekerjaannya :
Menggosok Gigi
Sumber :
Sajak Sikat Gigi ( Yudhistira) dalam buku sastra kontemporer.
6.
Mulut Kinanti sakit tidak bisa makan.
Pekerjaannya :
Makan
Sumber
:Novel Dua Hati Menyatu Dalam Satu Cinta Karya Nuniek Kharisma R.
7.
Senyuman kecil keluar dari bibirnya.
Pekerjaannya :
Tersenyum
Sumber :
Novel Akar Hati Karya Rosa Amanda Salim.
8.
Pertanyaan Arya yang keluar dari mulutnya tidak dapat dijawab oleh
Santi.
Pekerjaannya :
bertanya
Sumber :
Novel Akar Hati Karya Rosa Amanda Salim.
9.
Ibu seringkali tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Allah
agar saya lulus ujian dengan cemerlang.
Pekerjaannya :
Berdoa kepada Allah
Sumber :
Novel Kebohongan Mulia Ibu Karya Aster Putih.
10. Ia mengikat mulutnya dengan
sepotong kain untuk menahan rasa sakitnya.
Pekerjaannya :
Mengikat
Sumber :
Novel Kebohongan Mulia Ibu Karya Aster Putih.
11. Lintang memaki kakaknya
Lisa dari mulutnya sendiri.
Pekerjaannya :
Memaki
Sumber :
Novel Bidadari-bidadari surga karya Tere Liye.
12. Andi memanggil Kinanti
sampai mulutnya terdiam.
Pekerjaannya :
Memanggil
Sumber :
Novel Dua Hati Menyatu Dalam Satu Cinta Karya Nuniek Kharisma R.
13. Mulutnya tertawa lepas.
Pekerjaannya :
Tertawa
Sumber :
Novel Akar Hati Karya Rosa Amanda Salim.
14. Mulutnya komat-kamit membaca buku harian itu.
Pekerjaannya :
Membaca
Sumber :
Novel Akar Hati Karya Rosa Amanda Salim.
15. Tidak berhenti mencaci
pengemis yang ada didekatnya.
Pekerjaan :
Mencaci
Sumber :
Novel Akar Hati Karya Rosa Amanda Salim.
16. Alangkah baunya mulut itu,
Hiiiiih !
Pekerjaan : Menebarkan bau mulut.
Sumber : (Cerpen, Istriku, Madame Schlitz
dan Sang Raksasa, Oleh : Umar Karyam)
- Jadi kau ngeri cuma karena mulutnya?
Pekerjaan :
Membicarakan orang lain
Sumber : (Cerpen, Istriku, Madame Schlitz
dan Sang Raksasa, Oleh : Umar Karyam)
- Apalagi ini mulut raksasa yang terus –terusan menganga.
Pekerjaan : Menganga
Sumber : (Cerpen, Istriku, Madame Schlitz
dan Sang Raksasa, Oleh : Umar Karyam)
- Apalagi yang menggangumu disamping mulut tadi?
Pekerjaan : Mengatai orang
Sumber : (Cerpen, Istriku, Madame Schlitz
dan Sang Raksasa, Oleh : Umar Karyam)
- Tapi mulutku sangat susah untuk bicara.
Pekerjaan :
menutup mulut
Sumber :
(Cerpen, Tua, oleh : Mustafa Ismail)
- Kata – kata bijak selalu keluar dari mulut ibu.
Pekerjaan :
Berbicara
Sumber :
(Novel, Jangan Pernah Putus Asa, oleh : Zakiah D’Aziz)
- Mulutku kaku tidak dapat berkata apa-apa
Pekerjaan :
Diam
Sumber :
(Novel, Jangan Pernah Putus Asa, oleh : Zakiah D’Aziz)
- Begitu banyak nasihat yang telah terlontar dari mulutku, kenapa aku sendiri tidak menerapkanya? Masa depanku masih panjang.
Pekerjaan :
Memberikan nasihat
Sumber :
(Novel, Jangan Pernah Putus Asa, oleh : Zakiah D’Aziz)
- Mulutnya seperti mulut seekor unta, dengan lobang yang lebar dan tulang rahang yang lebar pula.
Pekerjaan :
Menganga
Sumber :
( Novel, Prempuan di Titik Nol, oleh :
Nawal el- saadawi)
- Mengeluarkan hawa dari mulut atau perutnya dengan suara yang panjang-panjang.
Pekerjaan :
Sendawa
Sumber :
(Novel, Prempuan di Titik Nol, oleh : Nawal el- saadawi)
- Hidung bulat besar saya peroleh dari ayah dan mulut berbibir tipis dari ibu.
Pekerjaan :
Mulut tipis banyak bicara
Sumber :
(Novel, Prempuan di Titik Nol, oleh : Nawal el- saadawi)
- Dia terbangun ketika fatimah membuka jendela kamar, dan mulutnya terasa amat asam dan bau.
Pekerjaan :
Menguap
Sumber :
(Cerpen, Jalan Tak Ada Ujung, oleh : Mochtar Lubis)
- Reflek saja mulutku menjawab
Pekerjaan :
Berbicara
Sumber :
( Cerpen, Es Krim, oleh: Ahmad Ismatullah).
29. Kita lahir dengan 2 mata
dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata
yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda dan
banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan . sehingga ingatlah bicara sesedikit
mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Pekerjaan : Menyakiti dan menggoda hal lain yang
tidak menyenangkan.
Sumber : Artikel
“kata-kata mutiara terbaru 2014. Nano Pertapan.
30. Bahkan seekor ikan akan mendapatkan
masalah jika ia tetap menutp mulut.
Pekerjaan : Menutup Mulut
31. Saya hanya berharap mulutku
memiliki tombol backspace.
Pekerjaan : Berhati-hati dalam berbicara
32. Jika kau menjaga mulutmu
tetap tertutup, kau takkan pernah meletakkan kakimu diatas mulutmu.
Pekerjaan : Diam
33. Mulut manis hati nak baik
Itulah amalan turun temurun
Benda apa yang akan naik
Apabila saja hujan turun? (payung)
Pekerjaan : Bericara sopan
Sumber : Pantun
jenaka.http://adrielgc007.blogspot.com/2012/09/pantun-teka-teki-jenaka.html?m=1
34. Mulut bau madu pantat bau sengat.
Pekerjaan :
Berbicara
Sumber :
Internet
35. Mulut kapuk dapat ditutup.
Pekerjaan : Tutup mulut.
Sumber : Internet.
36. Mulut bicara badan binasa.
Pekerjaan : Berbicara
Sumber :
Internet
37. Mulutmu harimaumu.
Pekerjaan :Membicarakan
keburukan orang lain.
Sumber :
Pepatah
38. Murah dimulut mahal ditimbangan
Pekerjaan :
Berbohong
Sumber :
Pepatah
39. Mulutmu adalah sebungkus lahar
Pekerjaan :
Panas
Sumber :
(kutipan
dalam puisi Hafney Maulana )
40. Seorang lupa menggosok gigi sebelum tidur
Didalam
tidur dia bermimpi
Ada
sikat gigi menggosok-gosok mulutnya
Supaya
terbuka
Pekerjaan :
Sikat gigi
Sumber :
( kutipan dalam sajak sikat gigi Yudistira Adi Nugraha)
41. Seratus lobang kakus
Lebih
berarti bagiku
Ketimbang
mulut besarmu
Pekerjaan :
Banyak Bicara
Sumber :
(kutipan dari puisi Wiji Thukul : Aku Ingin
Jadi Peluru)
42. Lingkungan kita si mulut besar
Dihuni
lintah-lintah
Yang
kenyang menghisap keringat tetangga
Anjing-anjing
yang taat beribadah
Pekerjaan :
Banyak omong kosong
Sumber :
( kutipan dari puisi Wiji Thukul: Lingkungan
Kita Si Mulut Besar)
43. Waktu senja usah kelaut
Nanti bekal di makan kera
Jangan suka membawa mulut
cerita sejengkal menjadi sedepa
Pekerjaan : Bercerita
Sumber : Pantun
44. Limau manis tiga serangkai
Taruk mari di kebun cina
Mulut manis jangan di pakai
Banyak orang sudah terkena
Pekerjaan : Mengatai orang
Sumber : Pantun
45. Buah labu sibuah labu
Banyak tanah di dalam batang
Mulut manis seperti madu
Tidak ia tahu mulut bercabang
Pekerjaan : Membicarakan orang lain tntang
keburukan
Sumber : Pantun
46. Mulut tempayan boleh di
tutup
Mulut manusia bagaimana menutupnya.
Pekerjaan : Menutup mulut
Sumber : Pribahasa
47. Mulut manis mematahkan
tulang.
Pekerjaan : Berbicara kejelekan orang lain.
Sumber : Pribahasa
48. Mulut manis jangan percaya
lepas dari pada tangan jangan diharapkan.
Pekerjaan : Berbohong
Sumber :
Pribahasa
49. Terlepas dari mulut buaya masuk
ke dalam mulut harimau.
Pekerjaan : Merayu
Sumber : Pribahasa
50. Murah di mulut mahal di
timbangan.
Pekerjaan : Berbohong
Sumber : Pribahasa
51. Mulut diberi makan, pantan
dicubit.
Pekerjaan : Makan
Sumber : Pribahasa
52. Mulut harimau mengerkah
kepalamu sendiri
Pekerjaan : Memakan
Sumber : Pribahasa